✨ Apa Itu Kata Baku?
Kata baku adalah kata yang sesuai dengan standar bahasa Indonesia yang ditetapkan oleh KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Kata baku digunakan dalam situasi formal, seperti:
📝 Tulisan resmi (makalah, laporan)
🎤 Presentasi akademik/profesional
📰 Media massa
🚀 Contoh Kata Baku vs. Tidak Baku:
Baku: apotek ➔ Tidak baku: apotik
Baku: izin ➔ Tidak baku: ijin
Baku: objek ➔ Tidak baku: obyek
🔍 Cara Menentukan Kata Baku:
📖 Cek KBBI Online/Offline (Paling akurat!).
🎯 Perhatikan EYD:
Awalan di- dan ke- ditulis terpisah (di rumah, ke pasar).
Akhiran -isasi (standarisasi, bukan standardisasi).
❌ Hindari Pengaruh Daerah/Asing:
Jumat (baku) vs Jum’at (tidak baku, pengaruh Arab).
🔊 Dengarkan Pelafalan Baku:
Telur (baku) vs telor (tidak baku).
💡 Tips Cepat:
Kata baku tidak terpengaruh bahasa gaul/dialek (contoh: bener ➔ benar).
🔹 1. Penggunaan Angka Arab dan Romawi 🔠
✅ Angka Arab (0, 1, 2, 3, ...) dan Angka Romawi (I, II, III, IV, ...) digunakan sebagai lambang bilangan atau nomor.
✨ Contoh:
🔹 2. Penulisan Bilangan dalam Teks 📝
✅ Bilangan yang bisa dinyatakan dalam satu kata ditulis dengan huruf.
✨ Contoh:
🔹 3. Penggunaan Angka untuk Ukuran dan Nilai 📏💰
✅ Angka digunakan untuk menyatakan ukuran panjang, berat, luas, isi, waktu, serta nilai uang dan persentase.
✨ Contoh:
🔹 4. Penulisan Angka di Awal Kalimat 📝
✅ Jika bilangan di awal kalimat terdiri dari lebih satu kata, gunakan kata sebanyak, sejumlah, atau sebesar.
✨ Contoh:
🔹 5. Penulisan Bilangan Besar 💰
✅ Untuk bilangan besar, sebagian dapat ditulis dengan huruf agar lebih mudah dibaca.
✨ Contoh:
🔹 6. Angka dalam Alamat 🏡📍
✅ Angka digunakan untuk menuliskan alamat seperti jalan, rumah, apartemen, atau kamar.
✨ Contoh:
🔹 7. Angka dalam Nomor Bagian Karangan atau Kitab Suci 📖
✅ Digunakan dalam penomoran bab, pasal, dan halaman.
✨ Contoh:
🔹 8. Penulisan Bilangan dalam Peraturan dan Akta 📜
✅ a. Bilangan utuh ditulis secara mandiri.
✨ Contoh:
✅ b. Bilangan pecahan ditulis dengan per- sebelum penyebut.
✨ Contoh:
🔹 9. Penulisan Bilangan Tingkat 🏛️
✅ Bisa menggunakan angka Romawi, awalan ke- dan angka Arab, atau ditulis dengan huruf.
✨ Contoh:
🔹 10. Akhiran -an pada Angka 🔢
✅ Angka dan akhiran -an dirangkaikan dengan tanda hubung (-).
✨ Contoh:
🔹 11. Penulisan Bilangan dalam Dokumen Resmi 📝
✅ Angka dapat diikuti dengan huruf untuk menghindari kesalahan pembacaan.
✨ Contoh:
🔹 12. Bilangan dalam Nama Geografi 🗺️
✅ Ditulis serangkai tanpa spasi.
✨ Contoh:
🔹 13. Tanda Hubung untuk Merangkaikan Unsur Berbeda
✅ Digunakan di antara huruf kapital dan nonkapital serta huruf dan angka.
✨ Contoh:
🔹 14. Tanda Hubung Tidak Digunakan antara Huruf dan Angka jika Angka Melambangkan Jumlah Huruf
✅ Tidak perlu tanda hubung jika angka menunjukkan jumlah huruf dalam singkatan.
✨ Contoh:
🔹 15. Tanda Hubung Digunakan untuk penulisan tanggal, ejaan kata, dan skor pertandingan!
✅ (a) Menyambung Tanggal, Bulan, dan Tahun yang Dinyatakan dengan Angka
📅 Contoh:
✅ (b) Menyatakan Skor Pertandingan
⚽ Contoh:
🔹 16. Tanda koma digunakan sebelum angka desimal dan dalam nominal uang antara rupiah dan sen!
✅ (a) Memisahkan Angka Desimal
📏 Contoh:
✅ (b) Memisahkan Rupiah dan Sen
💰 Contoh:
Penggunaan Tanda Titik Dua (:) ✍️
🔹 1️⃣ Tanda Titik Dua Digunakan di Antara:
✅ (a) Jilid atau Nomor dan Halaman
📖 Contoh:
✅ (b) Surah dan Ayat dalam Kitab Suci
📜 Contoh:
🔹 2️⃣ Tanda Titik Dua Digunakan untuk Menunjukkan Waktu
⏰ Contoh:
🔹 3️⃣ Tanda Titik Dua Digunakan untuk Menuliskan Rasio atau Perbandingan
📏 Contoh:
📌 Penggunaan Tanda Pisah (—) dalam Penulisan ✍️
🔹 Tanda Pisah Digunakan untuk Menyatakan 'sampai dengan' atau 'sampai ke'
✅ (a) Antara Dua Bilangan
📅 Contoh:
✅ (b) Antara Dua Tanggal (Hari, Bulan, Tahun)
📆 Contoh:
🚨 Catatan:
🔸 Jangan menggunakan tanda hubung (-) sebagai pengganti tanda pisah (—).
🔸 Tanda pisah lebih panjang dari tanda hubung.
Preposisi adalah kata yang biasanya berada di depan nomina, seperti di, ke, dan dari. 🏡➡️
📌 Aturan utama:
Preposisi di, ke, dan dari harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya!
✅ Contoh yang benar:
🔹 Di mana dia sekarang?
🔹 Kain itu disimpan di dalam lemari.
🔹 Mari, kita berangkat ke kantor.
🔹 Ia keluar dari rumah.
🚨 Tapi hati-hati! 🚨
Selain sebagai kata depan (preposisi), "di-" dan "ke-" juga bisa menjadi imbuhan (afiks).
🤔 Gimana cara bedainnya?
✨ Preposisi "di" dan "ke" menunjukkan tempat atau arah, jadi harus dipisah!
✅ Contoh "di" sebagai preposisi (tempat & arah):
🏢 di gedung
🛒 di pasar
✈️ di luar negeri
👈 di kiri | 👉 di kanan
🧭 di utara
✨Tapi kalau jadi imbuhan (awalan), harus disambung!
✅ Contoh "di-" sebagai imbuhan:
💖 disayangi
😍 dicintai
😢 dikhianati
😡 ditipu
🤕 diselingkuhi
😭 dimaafkan
Jadi, kalau menunjukkan tempat atau arah → PISAH!
Kalau bentuk kata kerja (imbuhan) → SAMBUNG!
1️⃣ Partikel -lah, -kah, dan -tah
✅ Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
✨ Contoh:
📖 Bacalah buku itu baik-baik!
👏 Bertepuk tanganlah mengikuti irama!
❓ Apakah yang tersirat dalam surat itu?
🤔 Siapakah gerangan dia?
🤷♂️ Apatah gunanya bersedih hati?
2️⃣ Partikel pun
✅ Ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
✨ Contoh:
🔍 Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
🚗 Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
❌ Jangankan dua kali, sekali kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.
💡 Catatan:
Meski ditulis terpisah, "pun" di sini berfungsi sebagai penegas atau memperkuat pernyataan sebelumnya.
3️⃣ Bentuk pun sebagai kata penghubung
✅ Ditulis serangkai dengan kata sebelumnya.
💻 Daftar kata penghubung yang ditulis serangkai:
✨ Contoh:
⏰ Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.
💪 Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
📣 Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
📆 Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
👀 Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.
🤝 Sementangpun aku ini bukan sanak-saudaramu, tidak sampai hati juga aku melihat penderitaanmu itu.
4️⃣ Partikel per
✅ Ditulis terpisah bila bermakna:
✨ Contoh:
🚶♂️ Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu.
📏 Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.
📅 Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.
📞 Dia menghubungiku per telepon.
📌 Aturan Penulisan Singkatan dan Akronim
🔹 1. Singkatan nama orang, gelar, sapaan, atau pangkat 🏅👤
🔹 2. Singkatan nama orang dalam bentuk inisial ✍️📖
🔹 3. Singkatan dan akronim dari huruf awal setiap kata 🌍🏛
🔹 4a. Singkatan dalam dokumen atau surat-menyurat ✉️📄
🔹 4b. Singkatan dua huruf dalam dokumen resmi 🏛📜
🔹 4c. Singkatan dalam penulisan alamat 📍🏠
🔹 5. Singkatan satuan ukuran, timbangan, dan mata uang ⚖️💰
🔹 6. Akronim nama diri 🏛🌏
🔹 7. Akronim bukan nama diri 🏥📚
✨ Tips Penulisan Singkatan & Akronim
🔹 1. Perbedaan Singkatan dan Akronim
Contoh Singkatan:
Contoh Akronim:
🔹 2. Ingat Aturan Tanda Titik (.)
🔹 3. Akronim Nama Diri vs. Bukan Nama Diri
🔹 1. Awal Kalimat
Huruf kapital selalu digunakan di awal kalimat.
✅ Contoh:
🔹 2. Nama Orang & Julukan
Huruf kapital digunakan pada nama orang dan julukan.
✅ Contoh:
⛔ Tapi ingat! Nama yang menjadi jenis atau satuan ukuran tidak pakai kapital!
❌ Salah: 5 Ampere, 15 Watt, ikan Mujair
✅ Benar: 5 ampere, 15 watt, ikan mujair
🔹 3. Nama Teori, Hukum, dan Rumus
✅ Contoh:
🔹 4. Nama yang Bermakna 'Anak Dari'
Huruf kapital tidak digunakan pada bin, binti, boru, dan van (kecuali di awal kalimat).
✅ Contoh:
🔹 5. Awal Kalimat dalam Petikan Langsung
Jika ada petikan langsung, huruf kapital tetap digunakan di awalnya.
✅ Contoh:
🔹 6. Nama Agama, Kitab Suci, dan Tuhan
Huruf kapital digunakan untuk agama, kitab suci, serta sebutan untuk Tuhan.
✅ Contoh:
🔹 7. Gelar Kehormatan, Kebangsawanan, & Akademik
Huruf kapital digunakan jika diikuti nama orang.
✅ Contoh:
🔹 8. Gelar & Jabatan Sebagai Sapaan
Huruf kapital juga dipakai dalam sapaan.
✅ Contoh:
🔹 9. Nama Jabatan & Pangkat yang Diikuti Nama Orang atau Instansi
✅ Contoh:
🔹 10. Nama Bangsa, Suku, Bahasa, dan Aksara
✔ Huruf kapital digunakan pada awal nama bangsa, suku, bahasa, dan aksara.
Contoh:
✅ bangsa Indonesia
✅ suku Dani
✅ bahasa Tolaki
✅ aksara Kaganga
🔹 11. Kata Turunan dari Nama Bangsa, Suku, Bahasa, dan Aksara
❌ Tidak menggunakan huruf kapital jika kata tersebut berbentuk dasar kata turunan.
Contoh:
✅ pengindonesiaan kata asing
✅ keinggris-inggrisan
✅ kesunda-sundaan
🔹 12. Nama Tahun, Bulan, Hari, dan Hari Besar/Raya
✔ Huruf kapital digunakan di awal kata untuk menyebutkan nama-nama tersebut.
Contoh:
✅ tahun Hijriah
✅ bulan Agustus
✅ hari Jumat
✅ hari Galungan
✅ hari Natal
🔹 13. Nama Peristiwa Sejarah
✔ Huruf kapital digunakan pada awal unsur nama peristiwa sejarah.
Contoh:
✅ Konferensi Asia Afrika
✅ Perang Dunia II
✅ Hari Pendidikan Nasional
🔹 14. Peristiwa Sejarah yang Bukan Nama
❌ Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak sebagai nama resmi.
Contoh:
✅ Kami memperingati proklamasi kemerdekaan setiap tahun.
✅ Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
🔹 15. Nama Geografi
✔ Huruf kapital digunakan pada awal unsur nama geografi.
Contoh:
✅ Benua Afrika
✅ Gunung Semeru
✅ Danau Toba
✅ Jawa Barat
✅ Kabupaten Konawe
✅ Jalan Polonia
🔹 16. Unsur Geografi Tanpa Nama Diri
❌ Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak diikuti nama diri.
Contoh:
✅ berlayar ke teluk
✅ mandi di sungai
✅ menyeberangi selat
✅ berenang di danau
🔹 17. Nama Diri Geografi sebagai Nama Jenis
❌ Gunakan huruf nonkapital jika nama geografis berubah menjadi nama jenis.
Contoh:
✅ jeruk bali (Citrus maxima)
✅ kacang bogor (Voandzeia subterranea)
✅ nangka belanda (Anona muricata)
✅ petai cina (Leucaena glauca)
📌 Catatan:
Nama jenis bisa disejajarkan dengan kategori lainnya.
Contoh:
🔹 18. Nama Geografi yang Menyatakan Asal Daerah
✔ Gunakan huruf kapital pada nama daerah asal suatu produk atau budaya.
Contoh:
✅ batik Cirebon
✅ bubur Manado
✅ film Indonesia
✅ kopi Gayo
✅ satai Madura
✅ soto Banjar
✅ tari Bali
🔹 19. Nama Negara, Lembaga, Badan, Organisasi, atau Dokumen
✔ Huruf kapital digunakan di setiap kata (kecuali kata tugas).
Contoh:
✅ Bosnia dan Herzegovina
✅ Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia
✅ Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
✅ Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
✅ Perserikatan Bangsa-Bangsa
✅ Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia
🔹 20. Judul Buku, Karangan, Artikel, Makalah, dan Media Massa
✔ Gunakan huruf kapital di setiap kata, kecuali kata tugas (kecuali di awal kalimat).
Contoh:
✅ Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
✅ Tulisan itu dimuat dalam majalah Bahasa dan Sastra.
✅ Dia agen surat kabar Sinar Pembangunan.
✅ Berita berjudul "Listrik Sahabat Petani" dimuat di paktani.com.
✅ Ia menyajikan makalah "Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata".
🔹 21. Singkatan Nama Gelar dan Pangkat
✔ Huruf kapital digunakan di setiap unsur singkatan.
Contoh:
✅ S.E. → Sarjana Ekonomi
✅ M.Si. → Magister Sains
✅ Hj. → Hajah
✅ Pdt. → Pendeta
✅ Dg. → Daeng
✅ Dt. → Datuk
✅ K.R.T. → Kanjeng Raden Tumenggung
✅ Kol. → Kolonel
🔹 22. Kata Penunjuk Hubungan Kekerabatan sebagai Sapaan
✔ Huruf kapital digunakan jika kata seperti bapak, ibu, kakak, adik, atau sapaan lainnya digunakan sebagai panggilan langsung.
Contoh:
✅ "Kapan Bapak berangkat?" tanya Hasan.
✅ Dedi bertanya, "Itu apa, Bu?"
✅ "Silakan duduk, Dik!" kata Rani.
✅ Surat Saudara telah kami terima dengan baik.
✅ "Hai, Kutu Buku, sedang membaca apa?"
✅ "Selamat belajar, Anak-Anak."
✅ "Sampai berjumpa kembali, Teman-Teman."
✔ Hadirin ditulis dengan huruf kapital karena digunakan untuk menyapa.
Perbedaan penggunaan kapital pada "Saudara":
1️⃣ Dia saudara saya. (Huruf "s" kecil karena bukan kata sapaan.)
2️⃣ Mau ke mana, Saudara? (Huruf "S" kapital karena sebagai kata sapaan.)
🔹 23. Aturan Penggunaan Huruf Kapital dalam Nama Dokumen & Istilah ✍️🔤
1️⃣ Huruf kapital digunakan untuk nama dokumen resmi atau program pemerintah.
✅ Contoh: Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Prakerja
2️⃣ Huruf kapital tidak digunakan untuk istilah umum yang bukan nama khusus.
✅ Contoh: kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM)
4️⃣ Huruf kapital digunakan untuk singkatan nama resmi.
✅ Contoh: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Urusan Logistik (Bulog)
Kesimpulan: Huruf kapital hanya digunakan jika istilah tersebut merupakan nama resmi suatu program atau dokumen, bukan sekadar istilah umum. 🚀
📌 Catatan Penting:
🔸 Kata "Anda" selalu ditulis dengan huruf kapital.
✅ Sudahkah Anda tahu?
✅ Hanya teman Anda yang mengerti masalah itu.
🔸 Huruf kapital digunakan untuk kata kekerabatan jika dalam pengacuan langsung.
✅ "Bu, saya sudah melaporkan hal ini kepada Bapak. "*
✅ Besok Paman akan datang bersama kakakmu.
🔸 Huruf kapital tidak digunakan jika kata kekerabatan diikuti kata kepemilikan.
✅ Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
✅ Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
📖 Rangkuman Penggunaan Huruf Miring
1️⃣ Menuliskan Judul dan Nama Media Massa
Huruf miring digunakan untuk menuliskan:
✍️ Contoh:
2️⃣ Menegaskan Bagian Kata atau Kalimat
Huruf miring juga digunakan untuk:
✍️ Contoh:
3️⃣ Menuliskan Kata atau Ungkapan Berbahasa Asing/Daerah
Huruf miring dipakai untuk menuliskan:
✍️ Contoh:
📝 Catatan Penting
✅ Nama diri (nama orang, lembaga, organisasi, merek dagang) dalam bahasa asing/daerah tidak ditulis miring.
✨Penggunaan Kata Ganti Ku-, Kau-, -Ku, -Mu, dan -Nya ✨
1️⃣ Aturan Dasar Penggunaan Kata Ganti
📌 Ku- dan Kau- → Ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
✅ Rumah itu telah kujual. (bukan ❌ ku jual)
✅ Majalah ini boleh kaubaca. (bukan ❌ kau baca)
📌 -Ku, -Mu, dan -Nya → Ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
✅ Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
✅ Rumahnya sedang diperbaiki.
📌 Kata Ganti Kau yang Bukan Bentuk Terikat
2️⃣ Kesalahan Umum yang Sering Terjadi ⚠️
❌ Salah: Kau ambilkan titipan itu minggu depan.
✅ Benar: Kauambilkan titipan itu minggu depan.
❌ Salah: Kemarin kau bawa titipan itu saat pulang.
✅ Benar: Kemarin kaubawa titipan itu saat pulang.
Namun, kau tetap harus ditulis terpisah jika digunakan sebagai subjek:
✔ Kau boleh pulang nanti.
✔ Kau akan mendapat hadiah itu jika nilaimu bagus.
🤔 Kenapa?
Karena dalam kalimat tersebut, kau berfungsi sebagai subjek, bukan bagian dari kata kerja (predikat).
3️⃣ Cara Mudah Agar Tidak Salah Lagi! 🎯
💡 Tips Simpel:
✅ Jika menggantikan "aku" atau "engkau" sebagai subjek → tulis terpisah!
✅ Jika melekat dengan kata kerja sebagai predikat → tulis serangkai!
🔹 Contoh perbandingan yang mudah dipahami:
✔ Aku membaca buku. → Kubaca buku.
✔ Engkau ambilkan tas itu. → Kauambilkan tas itu.
✔ Buku ini milik kamu. → Buku ini milikmu.
✔ Dia membawa tas. → Dia membawanya.
📝 Panduan Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
1️⃣ Aturan Dasar
📌 Kata sandang si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
✅ Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. ✉
✅ Dalam cerita itu, si Pitung berhasil menolong penduduk.
✅ Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
✅ Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
📌 Kata Sang ditulis dengan huruf awal kapital jika merupakan unsur nama Tuhan.
✅ Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
✅ Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang Hyang Widhi Wasa.
📌Penggunaan Tanda Koma (,)
1️⃣ Imbuhan Awalan (Prefiks)
Imbuhan awalan adalah imbuhan yang ditambahkan di awal kata dasar untuk membentuk kata kerja, kata benda, atau kata sifat.
2️⃣ Imbuhan Akhiran (Sufiks)
Imbuhan ini ditambahkan di akhir kata dasar dan biasanya mengubah fungsi kata.
3️⃣ Imbuhan Sisipan (Infiks)
Imbuhan ini disisipkan di tengah kata dasar.
4️⃣ Imbuhan Gabungan (Konfiks)
Imbuhan ini terdiri dari dua bagian yang mengapit kata dasar.
🔤 Aturan Peluluhan Huruf K, P, S, T
Dalam bahasa Indonesia, ada aturan peluluhan huruf K, P, S, T ketika diberi imbuhan me- atau pe-. Berikut penjelasannya:
🔹 Aturan Peluluhan KPST
Jika kata dasar berawalan K, P, S, T dan diikuti oleh vokal, huruf awal tersebut akan luluh saat mendapat imbuhan me- atau pe-.
✅ Contoh:
📌 Ingat! Jika setelah K, P, S, T ada konsonan, hurufnya tidak luluh!
🔹 Pengecualian untuk pe-
Jika imbuhan pe- bertemu kata berawalan P + konsonan R, maka berubah menjadi pem-.
✅ Contoh:
❌ Kesalahan umum:
⚠️ Mempunyai vs. Memunyai?
Secara aturan, kata yang benar harusnya memunyai (me- + punya + -i). Namun, dalam penggunaan sehari-hari, mempunyai lebih umum dan telah dianggap baku.
📌 Kesimpulan:
📖 Pengertian:
Bentuk terikat adalah bentuk bahasa yang tidak bisa berdiri sendiri 🚫 dan harus digabungkan dengan unsur lain agar punya makna yang jelas ✅
🧩 Ciri-Ciri Bentuk Terikat:
📌 Maka, bentuk terikat punya aturan penulisan dan fungsi tersendiri.
📚 Contoh Bentuk Terikat:
🔤 Lebih dari 100 bentuk dalam KBBI, di antaranya:
a-; ab-; adi-; aero-; alo-; ambi-; amfi-; antar-; ante-; anti-; apo-; asta-; ato-; auto-; awa-; bi-; bio-; catur-; dasa-; de-; deka-; di-; dia-; dis-; dwi-; eka-; eks-; ekso-; ekstra-; endo-; epi-; femto-; geo-; giga-; heksa-; hekto-; hemi-; hepta-; hetero-; hidro-; hiper-; hipo-; homo-; in-; infra-; inter-; intra-; intro-; iso-; kata-; kilo-; ko-; (kon-; ) kontra-; kuasi-; levo-; maha-; makro-; mala-; manca-; mega-; meso-; meta-; (met-; ) mikro-; mili-; mini-; mono-; multi-; nara-; neo-; nir-; nis-; non-; oto-; paleo-; pan-; panca-; para-; pari-; pasca-; penta-; peri-; piezo-; piko-; poli-; pra-; pramu-; pre-; pro-; proto-; pseudo-; purba-; purna-; purwa-; re-; retro-; sapta-; se-; emi-; serba-; sin-; sosio-; su-; sub-; super-; supra-; swa-; tak-; tan-; tele-; tera-; trans-; tri-; tuna-; ultra-; uni-; upa-; zeta-.
Beberapa yang sering digunakan:
✍️ Aturan Penulisan Khusus Bentuk Terikat
🔠 Jika kata diawali huruf kapital
➡️ Bentuk terikat ditulis dengan tanda hubung (-)
Contoh:
✒️ Jika kata ditulis dengan huruf miring (italic)
➡️ Bentuk terikat juga dirangkaikan dengan tanda hubung (-)
Contoh:
🙏 Bentuk terikat maha- yang mengacu pada nama/sifat Tuhan
➡️ Ditulis terpisah dan huruf awal kapital sebagai bentuk pengkhususan
Contoh:
🚫 Bentuk Terikat Tidak Bisa Digabung dengan Verba
➡️ Bentuk terikat seperti anti-, pasca-, pra-, non-, dan lainnya tidak boleh digabung dengan kata yang berfungsi sebagai verba (kata kerja).
Contoh yang salah:
➡️ Ini karena verba adalah kata kerja, sedangkan bentuk terikat hanya bisa digabung dengan nomina (kata benda) atau adjektiva (kata sifat). Jadi, kalau kamu mau menggunakan bentuk terikat, pastikan dia digabung dengan kata benda atau kata sifat yang tepat!
Dalam soal UTBK, sering muncul pertanyaan tentang kata berpasangan tetap. Secara linguistik, istilah tersebut sebenarnya tidak dikenal, namun dari banyak soal yang ada, dapat diasumsikan bahwa kata berpasangan tetap merujuk pada gabungan kata yang membentuk makna baru, seperti kata majemuk dan idiom.
Dalam soal, pilihan jawaban yang sering digunakan untuk mengecoh peserta biasanya berupa frasa. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara frasa, kata majemuk, dan idiom.
📘 1. Frasa
🧩 2. Kata Majemuk
🎭 3. Idiom
🔑 Kesimpulan
|
Jenis |
Makna Baru |
Keterkaitan dengan Kata Asli |
Contoh |
|
Frasa |
❌ Tidak |
✅ Sangat terkait |
kaki ibu |
|
Kata Majemuk |
✅ Ya |
✅ Masih ada |
kaki meja |
|
Idiom |
✅ Ya |
❌ Tidak langsung terkait |
kaki tangan |
📝 Catatan Penting:
Dalam menentukan apakah suatu gabungan kata merupakan frasa, kata majemuk, atau idiom, kita juga perlu melihat konteks kalimatnya. Beberapa gabungan kata bisa memiliki dua kemungkinan makna, tergantung bagaimana digunakan.
Contohnya: Tangan kanan
