Ulasan Program Studi Sarjana
Pariwisata


ZEBRACROSS.ID - 03/05/2021

Terlepas dari Pandemi Virus Corona, Industri pariwisata semakin menjadi idola di Indonesia.

Hal ini terlihat dari performanya yang semakin meningkat setiap tahun. Jika dilihat, grafiknya sangat kontras bila dibandingkan komoditas lain, seperti minyak, gas, batu bara, dan kelapa sawit yang terus merosot.

Di Indoensia, Sektor Pariwisata menjadi penyumbang PDB, devisa, serta lapangan kerja paling besar karena sifatnya yang berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat.

Selain itu, sesuai prediksi banyak ahli, Pariwisata akan menjadi industri favorit, karena tidak akan habis, bahkan makin berkembang.

.

.

.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini sektor Pariwisata di Indonesia sendiri masih jauh dari kata optimal.

Indonesia sendiri masih kalah dalam hal kunjungan turis mancanegara oleh negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapore. Nah, karena itulah sangat dibutuhkan tenaga-tenaga kepariwisataan yang kompeten di bidangnya untuk meningkatkan kualitas sektor ini sehingga dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dan pada akhirnya menumbuhkan perekonomian nasional.


Biarpun tidak sepopuler kuliah kedokteran dan teknik, Kuliah Pariwisata memiliki banyak hal yang menarik di dalamnya.

Pariwisata adalah sebuah dunia industri yang membawahi banyak sekali industri di bawahnya, mulai dari destinasi/atraksi wisata, akomodasi (hotel dan semua jenis penginapan lainnya), travel (biro/agen perjalanan, tour leader, tour guide, penerbangan, kapal pesiar) hingga fasilitas pendukung lainnya seperi tempat makan, belanja souvenir dan lain-lain.

Dengan cakupan yang luas tersebut, terdapat banyak sekali hal yang bisa untuk dikembangkan. Selain itu, karena cakupan yang luas terdapat banyak pilihan studi mulai dari diploma hingga sarjana. Mulai dari bidang studi tata boga, tata hidang, tata graha, bar, perhotelan, perjalanan, dan masih banyak lagi.

Pada ulasan ini kita hanya akan membahas tentang Program Studi Sarjana Pariwisata.

.

.

.

Berbeda dengan program studi pada jenjang vokasi atau diploma yang lebih banyak praktek dan siap menjadi pekerja, pendidikan di bidang sarjana akan berisi lebih banyak teori yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan analisis untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di bidang Pariwisata.

Dikutip dari Program Studi Sarjana Pariwisata Universitas Udayana, berikut adalah profil lulusannya

  1. Pengelola Destinasi Pariwisata (Bidang Pengembangan Destinasi, Pemasaran, Industri Pariwisata dan Kelembagaan)
  2. Tenaga Ahli di Konsultan Pariwisata: Asisten Konsultan, Tenaga Lapangan
  3. Guru/Instruktur
  4. Asisten Peneliti atau Tenaga Lapangan pada lembaga penelitian
  5. Wirausahawan Pengelola/Pimpinan pada Usaha Pariwisata

.

.

.


Bagaimana kisanak? Sampai disini sudah ada sedikit gambaran tentang Program Studi Sarjana Pariwisata?

Tertarik?

Sebelum memutuskan pilihan dan agar tidak salah jalan, kenali lebih dalam tentang Program Studi Sarjana Pariwisata dengan membaca ulasan ini sampai tuntasss!

Semangat!

#1

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada tahun 2019 penyerapan tenaga kerja pada bidang pariwisata mencapai 13 juta orang. Jumlah ini meningkat 3,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja ini menyumbang 10,28 persen untuk jumlah pekerja nasional. Persentase kontribusi ini pun terus meningkat sejak tahun 2010


✤ Sumber: kemenparekraf.go.id


#2

Satu dekade terakhir sektor pariwisata Indonesia terus mengalami ekspansi dan diversifikasi. Jumlah wisman ke Indonesia naik hampir dua kali lipat dalam satu dekade menjadi 15.8 juta orang pada tahun 2018 dari 6.2 juta orang pada 2008.


✤ Sumber: theconversation.com


#3

Presiden Jokowi juga menetapkan 10 destinasi prioritas atau yang sering dipopulerkan dengan istilah 10 Bali Baru. Sebarannya pun merata di seluruh Indonesia. Ada Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Borobudur di Joglosemar, Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Mandalika di Lombok, Komodo Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Morotai Maltara.


✤ Sumber: liputan6.com

Semester 1

  1. 2 SKS Pendidikan Agama
  2. 2 SKS Pendidikan Kewarganegaraan
  3. 3 SKS Teori Organisasi dan Administrasi (TOA)
  4. 3 SKS Akuntansi Dasar/ Akuntansi Keuangan I
  5. 3 SKS Matematika Bisnis
  6. 3 SKS Pengantar Pariwisata
  7. 3 SKS Bahasa Inggris

Semester 2

  1. 3 SKS Perilaku dan Pengembangan Organisasi
  2. 3 SKS Pengantar Bisnis
  3. 3 SKS Statistika
  4. 3 SKS Keuangan Bisnis 1
  5. 2 SKS Pendidikan Pancasila
  6. 2 SKS Bahasa Indonesia
  7. 3 SKS Studi Lintas Budaya
  8. 3 SKS Bahasa Inggris Profesi

Semester 3

  1. 3 SKS Manajemen Sumberdaya Manusia
  2. 3 SKS Geografi Pariwisata
  3. 3 SKS Manajemen Operasi Hotel dan Resort
  4. 3 SKS Manajemen Pendapatan Industri Pariwisata
  5. 3 SKS Bahasa Asing (Jepang/ Mandarin)
  6. 3 SKS Ekonomi Pariwisata
  7. 3 SKS Pemasaran pariwisata
  8. 3 SKS Manajemen Komplain dan Kualitas Layanan

Semester 4

  1. 3 SKS Perencanaan pariwisata
  2. 3 SKS Analisis Dampak Pariwisata
  3. 3 SKS Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan
  4. 3 SKS Sosiologi dan Antropologi Pariwisata
  5. 3 SKS Analisis Pengambilan Keputusan Strategis
  6. 3 SKS Sistem Informasi dan Komunikasi Pariwisata
  7. 3 SKS Psikologi Pariwisata
  8. 3 SKS Pariwisata dan Budaya Visual

Semester 5

  1. 3 SKS Kepemimpinan
  2. 3 SKS Pariwisata Minat Khusus
  3. 3 SKS Kreativitas dan Inovasi Bisnis Pariwisata
  4. 3 SKS Studi Kelayakan Bisnis Pariwisata
  5. 3 SKS Hukum dan Etika Pariwisata
  6. 3 SKS Manajemen Daya Tarik Wisata
  7. 3 SKS Strategi Bisnis Pariwisata
  8. 3 SKS Kewirausahaan

Semester 6

  1. 3 SKS Metode Penelitian Pariwisata dan Teknik Penulisan Laporan
  2. 3 SKS Sistem Inovasi dan Daya Saing Pariwisata
  3. 3 SKS Pariwisata global
  4. 3 SKS Evaluasi Kebijakan Pariwisata
  5. 2 SKS Seminar Pariwisata
  6. 3 SKS Mata Kuliah Pilihan 1
  7. 3 SKS Mata Kuliah Pilihan 2
  8. 3 SKS Mata Kuliah Pilihan 3

Semester 7

  1. 3 SKS Magang

Semester 8

  1. 6 SKS Tugas Akhir (Skripsi/Report)

Mata Kuliah Pilihan

Kelompok Bidang Manajemen Destinasi

  1. 3 SKS Pariwisata Sejarah dan Budaya
  2. 3 SKS Pariwisata Ekologi
  3. 3 SKS Pariwisata Kota dan Desa
  4. 3 SKS Pariwisata Olahraga
  5. 3 SKS Pariwisata Maritim dan Kepulauan

Kelompok Bidang Manajemen Industri Perhotelan

  1. 3 SKS Manajemen Perhotelan Internasional
  2. 3 SKS Manajemen MICE
  3. 3 SKS Manajemen Food, Beverage, dan Catering
  4. 3 SKS Manajemen SPA
  5. 3 SKS Manajemen Bisnis Rekreasi dan Hiburan

Kelompok Bidang Ilmu Manajemen Industri Perjalanan

  1. 3 SKS Manajemen Transportasi Pariwisata
  2. 3 SKS Pemanduan Pariwisata
  3. 3 SKS Manajemen Biro Perjalanan Wisata
  4. 3 SKS Manajemen Kargo
  5. 3 SKS Virtual Reality dalam Pariwisata

✤ Sumber: Kurikulum PS Sarjana Pariwisata Universitas Brawijaya

Satya

Kenapa harus jurusan Pariwisata sih, kenapa gak Ked*kteran, Kenapa gak Tekn*k, kenapa gak Sastra Angola?

Banyak orang beranggapan memilih jurusan Pariwisata pasti pengen jalan-jalan lah, plesiran kemana-mana lah.

Ya ga salah juga sih, tapi alasan tersebut bukan alasan utama aku. Alasanku milih jurusan ini berawal sekitar Mei tahun 2014 lalu.

Waktu itu kita ngerayain kelulusan SMA, aku diendorse diajak temen-temen buat liburan ke Lombok selama hampir 2 minggu.

Waktu yang sangat cukup buat menggugah hati tentang Indonesia, secuil. Wah, indah sekali negeri ini Tuhan.

Banyak destinasi wisata yang masih alami dan tak tersentuh tangan-tangan kapitalis #apasih.

Mulai dari alam, budaya dan segala kearifannya. Di Pulau Lombok saja sudah begitu banyak destinasi yang menarik dan masih belum terkelola dengan baik, apalagi dengan ribuan destinasi lain di Indonesia?

Dan kenapa Indonesia dengan begitu banyaknya potensi Pariwisata yang bervariasi masih kalah dengan Malaysia, kalah dengan Thailand. Apa yang salah dengan negeri ini?

Mulai saat itu, aku sangat tertarik mempelajari seluk beluk Pariwisata...


✤ Baca selengkapnya di vakansee.blogspot.com



Arief Pradhana

Q: Bagaimana-rasanya-kuliah-di-jurusan-pariwisata

A:

Bagaimana rasanya.. ??

Ya gitu.. Bisa dikatakan bahagia.. Ya karena jika kita cinta dengan apa yg kita ambil mka kita akan semangat dalam belajarnya…

Tapi tetap saja.. Org awam akan slalu berkata.. Bahwa mahasiswa pariwisata itu identik dengan dunia perhotelan dan tour guide..

Lalu slalu ada yg bilang.. Mahasiswa pariwisata pasti jalan2 trus.. Enak ya.. Asik ya kuliah pariwisata…

Gak gitu juga bambaaaaank 😆😆😆

Logika aja.. Masa kuliah pariwisata nyuntik sapi..??

Keguruan akan praktek mngajar.. Dokter akan prktek di rumah sakit..

Kalo pariwisata?

Ya pasti kami blajar di lapangan.. Meneliti, mengidentifikasi di objek" Pariwisata.. Mencari kesalahan, kelebihan, menemukan solusi bagaimana agar pariwisata bisa maju dan bermanfaat bagi masyarakat lokal… ya pasti skalian main sih.. Dan upload di medsos hehee…


✤ Baca selengkapnya di id.quora.com

Lulusan prodi Pariwisata dapat berkarir baik di dalam maupun di luar negeri diantaranya sebagai:

  • manajer/staf pada destinasi wisata, bidang perhotelan, dan juga tour & travel
  • peneliti, konsultan pariwisata
  • manajer restoran
  • Pegawai di Kementrian dan Dinas Pariwisata
  • Manajer event organizer
  • Pegawai dan profesional di maskapai penerbangan serta kapal pesiar
  • Dan masih banyak lainnya

✤ Sumber: Program Sarjana Pariwisata Universitas Gadjah Mada

Akreditasi A/Unggul Akreditasi B/Baik Sekali Akreditasi C/Baik

Sumber: BANPT - 25/04/2021
⚠ DISCLAIMER: Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.
❉ Bagikan kepada teman dan musuhmu ❉