Ulasan Program Studi Sarjana
Astronomi


ZEBRACROSS.ID - 03/05/2021

Untuk yang percaya bahwa bumi itu datar, harap tidak membaca ulasan ini 🙏

.

.

.

.

.

.

Astronomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit.

Ilmu di bidang ini didominasi oleh Fisika dan Matematika.

Komponen fisika yang dipelajari pada prodi ini seperti Mekanika, Termodinamika, Elektrormagnetik adn Fisika Kuantum.

Sedangangkan Komponen Matematika seperti Kalkulus, Geometri, Aljabar Linier, operasi matriks, persamaan diferensial, fungsi khusus, transformasi integral, dan berbagai komponen dalam metoda matematika untuk permasalahan fisika.

Jadi, buat kamu yang mual-mual melihat angka, harap dipertimbangkan lagi sebelum memilih prodi ini.

.

.

.

Di Indonesia, Penyedia Program Studi Sarjana Astronomi hanya di Institut Teknologi Bandung. Sangat sedikitnya penyedia Prodi Astronomi mungkin karena masyarakat Indo lebih tertarik dengan astrologi atau mungkin cocokologi ~

Dikutip dari kurikulum Astronomi ITB, Secara garis besar materi yang akan dipelajari di prodi ini adalah:

Waktu dan astronomi posisional: sistem koordinat, sistem waktu dan penghitungannya, penentuan lokasi dan waktu pemunculan obyek langit, koreksi posisi dan waktu

Astrofisika: Konsep-konsep mendasar tentang astronomi dan astrofisika; metoda pengukuran dan kuantisasi dalam observasi astronomis; hubungan antara besaran teramati dan besaran intrinsik, mengenali perilaku dasar bahan penyusun obyek astronomis (gas materi, debu, foton), dan proses fisis yang berasosiasi dengan observables, seperti temperatur, warna, dan kecerlangan

Proses Astrofisika: pemakaian konsep fisika (mekanika, termodinamika, elektromagnetik, fisika kuantum, dsb) dalam proses astronomis, termasuk yang berada dalam kondisi ekstrim, proses pembangkitan radiasi, emisi, absorpsi, pembentukan spektrum kontinu dan garis, akresi massa, gerak sistem benda, orbit, aspek komparasi teori dan pengamatan, berbagai koreksi, kalibrasi

Tata Surya: mengenal berbagai obyek dalam Tata Surya, proses-proses fisis dalam Tata Surya, matahari sebagai sumber radiasi dan pengatur gerak utama, pengaruh aktivitas Matahari pada kehidupan di Bumi, planet dan satelit, obyek-obyek kecil dalam Tata Surya, wawasan evolusi Tata Surya, wawasan planet ekstrasolar, aspek kondisi posibilitas kehidupan di luar Bumi, orbit satelit buatan

Fisika Bintang: berbagai proses utama di dalam dan atmosfer bintang: pembangkitan energi nuklir, aspek kuantum pada radiasi, aspek hantaran radiasi, dan aspek evolusinya, klasifikasi bintang, karakter bintang

Fisika Galaksi: berbagai proses fisis di dalam galaksi, distribusi dan gerak bintang, distribusi, komposisi, dan gerak materi antar bintang, Galaksi Bima Sakti (posisi dan gerak Matahari, lingkungan Matahari, rotasi galaksi, penentuan ukuran dan massa galaksi, penentuan posisi pusat galaksi, dsb), properti umum galaksi, seperti morfologi, laju pembentukan bintang, kondisi lingkungan, dan evolusi galaksi

Kosmologi: mempelajari alam semesta secara keseluruhan, baik struktur maupun evolusinya melalui telaah geometri dan fisis; konsep ruang-waktu, Teori Gravitasi Enstein, kondisi relativistik, kerangka kerja pemodelan alam semesta, identifikasi hasil pengamatan kosmologis dalam bentuk dan struktur sifat global alam semesta maupun proses terinci dalam sejarah pembentukan strukturnya.

.

.

.

Bagaimana kisanak? Sampai disini sudah ada sedikit gambaran tentang Program Studi Sarjana Astronomi?

Agar gambaranmu tentang Prodi Astronomi lebih lengkap. Baca ulasan ini sampai tuntasss!

Semangat!

  1. Dapat melaksanakan pengamatan astronomi dan mengenali permasalahan ilmiah di dalamnya
  2. Dapat merumuskan hipotesa penjelasan ilmiah atas hasil yang diamati
  3. Dapat mengajukan prediksi atas hipotesa astronomi
  4. Dapat melaksanakan eksperimen dan perolehan data astronomi
  5. Dapat menginterpretasi data (mengambil kesimpulan)
  6. Dapat bekerja sebagai bagian dari tim
  7. Dapat mengemukakan isu-isu terkini dalam bidang astronomi
  8. Dapat mengkomunikasikan ilmunya kepada masyarakat ilmiah maupun masyarakat luas

✤ Sumber: Kurikulum PS Sarjana Astronomi ITB

Program studi Astronomi Institut Teknologi Bandung telah ada sejak tahun 1951 di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Program studi Astronomi membuka tiga strata pendidikan, yakni S1, S2, dan S3. Ketiga strata ini telah terakreditasi BAN-PT dengan peringkat A. Selain itu, pendidikan sarjana (S1) Astronomi ITB adalah salah satu dari sebelas program studi (prodi) ITB yang telah terakreditasi secara internasional oleh ASIIN. Selain itu, Astronomi ITB adalah satu-satunya jurusan astronomi di Asia Tenggara.


✤ Sumber: itb.ac.id

Semester 1

  1. Matematika IA
  2. Fisika Dasar IA
  3. Kimia Dasar IA
  4. Pengantar Rekayasa & Desain I
  5. Tata Tulis Karya Ilmiah
  6. Pengantar Keilmuan MIPA

Semester 2

  1. Matematika IIA
  2. Fisika Dasar IIA
  3. Kimia Dasar IIA
  4. Pengantar Rekayasa & Desain II
  5. Pengenalan Teknologi Informasi B
  6. Bahasa Inggris
  7. Olah Raga

Semester 3

  1. Mekanika
  2. Astrofisika
  3. Statistika dlm Astronomi
  4. Astronomi Posisi
  5. Metode Matematika dalam Astronomi I
  6. Agama dan Etika

Semester 4

  1. Mekanika Benda Langit
  2. Lab. Astronomi Dasar I
  3. Metode Matematika dalam Astronomi II
  4. Listrik Magnet
  5. Astronomi Komputasi
  6. Pancasila dan Kewarganegaraan

Semester 5

  1. Fisika Termal
  2. Lab. Astronomi Dasar II
  3. Tata Surya
  4. Proses Astrofisika I
  5. Gelombang

Semester 6

  1. Pengantar Kosmologi
  2. Fisika Galaksi
  3. Fisika Bintang
  4. Proses Astrofisika II
  5. Pilihan Manajemen
  6. Pilihan Lingkungan

Semester 7

  1. Tugas Akhir I

Semester 8

  1. Tugas Akhir II

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

  1. Astronomi dan Lingkungan
  2. Manajemen Institusi Astronomi
  3. Sistem Kalender
  4. Benda Kecil Tata Surya
  5. Kuliah Kerja Astronomi
  6. Sistem Bintang
  7. Astrofisika Pengamatan
  8. Materi Antar Bintang
  9. Evolusi Bintang
  10. Dinamika Sistem Bintang
  11. Lintasan Satelit

Mata Kuliah Pilihan Luar Program Studi

  1. Astronomi A
  2. Kapita Selekta Astronomi
  3. Astrofisika Plasma
  4. Filsafat Sains A
  5. Komunikasi Astronomi
  6. Astrokimia
  7. Cuaca Antariksa
  8. Pengantar Astronomi Dinamika
  9. Eksoplanet
  10. Astrofisika Energi Tinggi
  11. Teori Relativitas
  12. Pengantar Instrumentasi Astronomi
  13. Fotometri dan Spektroskopi Bintang
  14. Ekstragalaksi
  15. Astrofisika Relativistik
  16. Fisika Matahari
  17. Data Mining dan Observatorium Virtual
  18. Waktu
  19. Sejarah Astronomi
  20. Astrobiologi
  21. Sistem Bumi Bulan dan Matahari

  22. ✤ Sumber: Kurikulum Thn 13-18 PS Sarjana Astronomi Institut Teknologi Bandung

Abdurrahman Naufal

Sebagai mahasiswa astronomi, kami belajar tentang berbagai benda yang ada di alam semesta: asteroid, planet, bintang, galaksi, bahkan alam semesta itu sendiri. Sebagai contoh, beberapa hal yang kami pelajari jika dibuat pertanyaan ala Quora kira-kira seperti ini:

  • Mengapa bintang bersinar?
  • Mengapa ada bintang yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru?
  • Bagaimana kita tahu massa Jupiter?
  • Apa bedanya galaksi spiral dengan galaksi elips?
  • Bagaimana kita bisa tahu alam semesta mengembang? Apa itu big bang?
  • Mengapa tahun kabisat terjadi setiap empat tahun?
  • Mengapa langit malam gelap? (Ini pertanyaan valid lho: Olber’s Paradox)
  • Pada pukul berapa waktu lokal bintang Zubenelgenubi terbit di Tokyo pada tanggal 4 Agustus 2057?

Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan fisika. Kami belajar fisika, dari ranah klasik Newtonian, sampai relativitas Einstein, sampai mekanika kuantum. Dan tentu, fisika membutuhkan matematika. Lots and lots of math. Berat!

Dari sisi praktiknya, kami belajar tentang prinsip dasar pengamatan. Ya, kami belajar menggunakan teleskop.

Meski pengamatan tidak menjadi syarat tugas akhir (bahkan astronom profesional zaman sekarang tidak harus bisa mengamat), kami harus memahami prinsip dasar pengamatan dan prinsip kerja instrumen. Hal ini esensial tentu karena mayoritas data astronomis diperoleh dari pengamatan dengan teleskop dan kamera.

...

Selain belajar mengenai pengamatan, kami juga belajar pemrograman. Pemrograman penting untuk melakukan pengolahan data yang telah diperoleh, baik data praktikum maupun data dari database. Ini menjadi momok bagi (sebagian) mahasiswa astronomi.

Lalu, bagaimana dengan topik tugas akhir? Mahasiswa astronomi dibebaskan dalam memilih topik tugas akhir. Ada yang mengkaji aspek astronomi dari Candi Borobudur, ada yang meneliti kerapatan dark matter di daerah sekitar Matahari, ada yang meneliti komposisi atmosfer Titan, ada yang mengamati bintang tertentu di Bosscha, ada yang mendalami lintasan satelit sambil magang di LAPAN, dan lain-lain.


✤ Baca selengkapnya di id.quora.com


Hidayat Husnul

Dulu saya pernah ikut pelatnas astronomi 2008 dengan dibimbing dosen-dosen dari ITB. Astronomi isinya jelas full matematika dan fisika, ditambah sedikit kimia.

Anda harus punya dasar matematika yang kuat terutama kalkulus, dan fisika baik itu fisika klasik jaman Newton hingga fisika modern ala Einstein. Kimianya juga ada yaitu untuk mempelajari komposisi kimia bintang dari spektrumnya.

...

Apa yang paling berkesan? Astronomi masuk ke dalam kelompok ilmu alam seperti fisika, kimia, dan biologi. Namun yang membedakan adalah bila di ketiga bidang ilmu tersebut kita dapat mengontrol variabel atau kondisi lingkungan dari suatu percobaan, Anda tidak bisa melakukannya di astronomi (misal: siapa yang sanggup mematikan matahari selama 1 jam hanya untuk melihat efeknya di bumi).

Anda hanya bisa mengamati pola dan perilaku benda2 tersebut, untuk kemudian merumuskan suatu hukum tertentu dengan didukung prinsip2 ilmiah. Karena itulah observasi adalah tulang punggungnya astronomi dan kadang2 kesempatan emas untuk mengamati fenomena tertentu hanya datang 1–2 kali dalam kurun waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun, itupun hanya dapat dilakukan dari secuil wilayah di bumi, dan ada yang berlangsung hanya dalam waktu beberapa menit saja. Maka wajar bila ada fenomena gerhana bulan atau matahari orang dari berbagai penjuru dunia akan datang dan pasti ada astronom di situ.

Hmm, rasanya ingin kembali ke masa lalu. Tapi memang belajar astronomi adalah mempelajari masa lalu. Karena apa yang kita lihat lewat teropong bukanlah kondisi objek saat pengamatan dilakukan, tetapi kondisi objek beberapa detik, bahkan beberapa miliaran tahun yang lalu. Karena cahaya membutuhkan waktu untuk menempuh jarak di luar angkasa dan seringkali ukuran jarak itu tidak bisa kita bayangkan besarya. Di atas langit ada langit, entah ujungnya di mana.


✤ Baca selengkapnya di id.quora.com

Bidang penelitian

Di Asia Tenggara, negara-negaranya yang semakin sadar akan pentingnya Astronomi, membangun jaringan yang dinamakan SEAN (South East Asia Networking). Dipercaya bahwa Indonesia akan menjadi pusat SDM untuk jaringan ini karena Astronomi ITB masih merupakan satu-satunya pendidikan formal ilmu Astronomi di Asia Tenggara.


Bidang pengajaran

Menjadi tenaga pengajar terampil yang dapat meningkatkan minat siswanya untuk mempelajari sains.


Media

Sarjana Astronomi dapat menjadi penulis kolom dan editor pada majah-majalah maupun jurnal sains, serta menyampaikan konsep-konsep sains dengan cara yang kreatif.


Bidang lain

Selain bidang-bidang di atas, lulusan Astronomi juga dapat berkecimpung di bidang-bidang lain misalnya sebagai analis sistem pengembang perangkat lunak.


✤ Sumber: Informasi Umum Astronomi ITB

Untuk saat ini hanya ada di ITB :)

Potongan artikel dari situs langitselatan.com yang berjudul “Di Mana Saya Bekerja Kalau Kuliah Di Astronomi?”


Astronom profesional bukanlah lulusan astronomi tapi mereka yang kemudian menggeluti dunia astronomi sebagai profesinya. Artinya tidak semua lulusan astronomi adalah astronom profesional? Atau dengan kata lain, tidak semua lulusan astronomi akan bekerja di astronomi.

Jadi… terkait dengan pertanyaan awal. Setelah lulus dari astronomi, dimanakah seseorang akan bekerja?

Untuk menjadi astronom, jurusan yang bisa digeluti sebenarnya bukan hanya astronomi. Seseorang bisa memulai perjalanan sebagai astronom dengan mengawali langkahnya di jurusan fisika, matematika atau jurusan teknik terkait.

Di Indonesia, sebagian besar pandangan umum masyarakat, jika ingin menjadi astronom maka kuliahlah di astronomi. Dan pertanyaan berikut yang mengiringi, lapangan pekerjaan astronomi itu dimana saja?

Untuk menjadi astronom profesional, pendidikan sarjana di astronomi barulah permulaan, karena jenjang tersebut merupakan dasar untuk mempelajari astronomi sebelum mempersempit bidang keahlian di astronomi lewat program pascasarjana dan doktoral. Setelah itu, ia harus melakukan penelitian yang menghasilkan makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Paper atau makalah ilmiah merupakan rekam jejak bagi para astronom untuk terus berkiprah sekaligus memperoleh kesempatan untuk bekerja di bidang yang ia tekuni.

Pada umumnya tidak semua lulusan astronomi akan melanjutkan studi di astronomi atau bekerja di astronomi.

Bagi mereka yang memilih untuk menekuni dunia astronomi, maka profesi yang paling umum adalah menjadi peneliti dan dosen. Dengan berkembangnya edukasi astronomi dan penjangkauan masyarakat, dibutuhkan juga pengajar atau guru, sains komunikator, penulis maupun jurnalis yang mampu untuk menjembatani para astronom dan masyarakat.

...

Kamu dapat membaca berbagai macam informasi menarik terkait astronomi di situs langitselatan.com

⚠ DISCLAIMER: Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.
❉ Bagikan kepada teman dan musuhmu ❉